Pada akhir April–Mei 2025, jagat media sosial digegerkan dengan kabar bombastis: “Presiden Prabowo Subianto resmi mencopot Gibran Rakabuming Raka dari jabatan Wakil Presiden pada 29 April 2025.” Lebih dramatis lagi, konon setelah pengumuman itu Presiden Jokowi pingsan, dan posisi wapres pun akan digantikan oleh Ketua DPR, Puan Maharani. Namun, kabar demikian… apakah benar? Artikel ini akan membedah klaim tersebut—hoaks atau fakta—dengan mengacu pada sumber-sumber cek fakta tepercaya.
Bagaimana kabar ini bermula?
Isu ini bermula dari sebuah video unggahan di kanal YouTube bernama “KajianOnline” dengan narasi:
“Jokowi PINGSAN! Prabowo Resmi Copot Gibran! Presiden Umumkan Penganti Wapres~ PDIP Ajukan PUAN!”.
Video berdurasi hampir sembilan menit itu menampilkan cuplikan acara terkait evaluasi BUMN dari TVRI pada 29 April 2025, namun diberi narasi yang mengesankan perombakan jabatan tinggi negara. Klaim ini tersebar luas di platform seperti YouTube, TikTok, dan WhatsApp, cepat menjadi viral.
Fakta Hukum: Syarat Pemberhentian Wapres
Menurut UUD 1945 Pasal 7A, Presiden dan Wakil Presiden hanya dapat diberhentikan lewat mekanisme formal, yakni:
-
tuduhan “melanggar hukum berat,”
-
sidang di Mahkamah Konstitusi (MK),
-
persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Artinya, Prabowo selaku Presiden tidak bisa sembarangan mencopot Gibran secara sepihak tanpa mekanisme hukum tersebut, dan hingga kini tidak ada informasi proses semacam itu.
Executive Deep-Dive
Scaling Beyond Traffic to Revenue
Most enterprises fail because they chase clicks instead of trust. While building your global presence, ensure your EEAT 3.0 signals are synchronized across all regions.
Recommended for you:
→ The Shift from Traffic to Trust: A New KPI for Enterprise SEOHasil Verifikasi Media Cek Fakta
Banyak media dan lembaga sudah melakukan verifikasi:
-
Antara News pada 2 Mei 2025 menegaskan klaim tersebut hoaks, menyitir tidak ada pernyataan resmi atau surat keputusan terkait pencopotan Gibran .
-
TurnBackHoax.ID (bagian dari Mafindo) menjelaskan video tersebut menyesatkan (false connection) —berisi narasi dramatis tanpa fakta pendukung, bahkan tidak ada pengumuman pengganti wapres .
-
Kompas TV juga memasukkan klaim ini dalam kategori hoaks.
-
Suara.com, RRI, Saber Hoaks Jawa Barat, dan Radar Solo turut menyatakan bahwa berita itu palsu dan tidak berdasar .
Analisis Isi Video
Lembaga cek fakta menemukan bahwa cuplikan video berasal dari siaran TVRI bertema “evaluasi BUMN” — sama sekali tidak berhubungan dengan perubahan kursi resminya wapres . Penambahan narasi dramatis (“Jokowi pingsan”, “Puan Maharani jadi wapres”) disisipkan untuk memancing emosi dan interaksi daring, tanpa dasar yang valid.
Respons Resmi Pemerintah & Tokoh Terkait
Tidak ada pernyataan resmi dari Istana Negara, Kabinet Sekretariat, maupun Presiden Prabowo yang menyinggung pemberhentian Gibran. Sekretariat Kabinet juga belum merilis susunan kabinet baru atau surat keputusan pencopotan wapres .
Sementara itu, desas-desus ini dipicu oleh usulan dari Forum Purnawirawan Prajurit TNI, yang memang meminta agar posisi wapres dievaluasi. Namun, hal tersebut hanya sebagai usulan, bukan rekomendasi formal pemerintah, dan sudah dijawab bahwa hal seperti itu bukan kewenangan presiden unilateral . Bahkan, Wiranto—penasihat Prabowo—menyatakan terlalu dini untuk menanggapi usulan tersebut karena belum ada dasar konstitusional .
Kenapa Hoaks Ini Menyebar?
Beberapa faktor penyebab hoaks ini cepat viral:
-
Narasi emosional: klaim “pingsannya Jokowi” dan “Puan jadi wapres” dirancang sensasional.
-
Media sosial cepat menyebar: algoritma memprioritaskan konten yang memancing reaksi.
-
Kurangnya literasi digital: banyak warga menerima tanpa cek fakta karena kesan otoritatif.
-
Momen politik tinggi: di tengah pasca-pilpres, posisi wapres lebih mudah jadi sasaran rumor politik.
Dampak Negatif Hoaks Politik
Penyebaran hoaks seperti ini bisa menimbulkan:
-
Kebingungan masyarakat terhadap konstitusi dan legitimasi jabatan negara.
-
Turunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah dan media jika terus kedapatan bikin kesimpangsiuran.
-
Potensi memecah belah masyarakat—sektor pendukung ada yang mudik isu jadi realitas, sedangkan yang kritis kemudian marah.
Tips Cek Fakta Mandiri
-
Cari sumber resmi: situs Setkab, Kementerian Sekretariat Negara, atau Biro Pers Presiden.
-
Gunakan platform cek fakta: Antara, TurnBackHoax, RRI, Kompas, dsb.
-
Periksa narasi video: apakah cuplikan konteksnya ternyata beda topik?
-
Analisis formalitas: apakah ada dokumen resmi (Keppres / Keputusan Presiden / pengumuman sekneg)?
-
Tanyakan pada pihak terkait: coba cek pernyataan resmi dari istana atau kementerian hukum dan HAM (MAK, DPR).
Kesimpulan
Isu “Presiden Prabowo mencopot Wapres Gibran pada 29 April 2025” adalah hoaks.
-
Tidak ada pernyataan resmi, dokumen hukum, atau pemberitaan kredibel yang membenarkan klaim tersebut .
-
Video yang viral bersifat misleading—menggabungkan cuplikan evaluasi BUMN dengan narasi dramatis yang tidak akurat .
-
Proses pemberhentian wapres memerlukan mekanisme konstitusional kompleks—lebih dari sekadar perintah sepihak presiden
Dengan membekali diri literasi digital, publik bisa membedakan antara kabar faktual dan kabar bohong. Mari bijak menyaring informasi, agar kita tidak terbawa arus hoaks yang justru merusak rasa percaya kepada institusi negara.
Last Updated on 2 months ago by dudung
Related Posts:
- 10 Aplikasi Ubah Foto Jadi 3D
- 10 Aplikasi yang Siap Meledak dan Bikin Hidup Kamu…
- 10 Aplikasi AI Text to Image yang Wajib Kamu Punya…
- 10 Aplikasi AI Remix Foto yang Wajib Kamu Punya di…
- 10 Aplikasi Viral "Next Generation"
- 10 Aplikasi Ubah Foto Jadi Anime
- CPNS 2025: Panduan Lengkap Jadwal, Syarat, dan…
- Busur Al-Qadib: Mengenal Senjata Panah Nabi Muhammad…
- 10 Aplikasi AI Editor Foto Terbaik yang Wajib Kamu…
- 10 Aplikasi AI Text to Video yang Wajib Kamu…
Exclusive Early Access: Q1 2026
The Global SEO Blueprint for C-Suite
We are finalizing an exclusive strategic framework for global enterprise scaling. Join the elite waitlist for early-bird pricing.
Secure Your Priority Spot